Hollande Puji Kemampuan Muhammad VI Mengelola Demokrasi dan Reformasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 05 April 2013, 01:02 WIB
Hollande Puji Kemampuan Muhammad VI Mengelola Demokrasi dan Reformasi
Presiden Hollande (kiri) dan Raja Muhammad VI
rmol news logo Reformasi yang tengah bergulir di Kerajaan Maroko kembali mendapat pujian. Kali ini pujian datang dari Prancis, salah satu negara Eropa yang pernah menguasai kerajaan di Afrika Utara itu.

Dalam pertemuan dengan Raja Muhammad VI di Rabat (Rabu, 3/4) Presiden Prancis François Hollande memuji keberhasilan Maroko mengelola demokrasi dan menempatkan perlindungan HAM sebagai salah satu prioritas utama. Maroko merupakan satu-satunya negara Afrika Utara yang dapat melalui gelombang perubahan yang menghumbalang negara-negara di kawasan itu sejak awal 2011 lalu.

Dalam pertemuan dengan Raja Muhammad VI itu, Hollande didamping Menteri Luar Negeri Laurent Fabius, Penasihat Diplomatik Presiden Paul Jean-Ortiz, Kepala Staf Kabinet General Benoit Puga, dan Dutabesar Prancis untuk Maroko Charles Fries. Sementara Raja Muhammad VI didampingi Menteri Luar Negeri Saad Dine El Otmani.

Ini adalah kunjungan pertama Presiden Hollande ke Maroko.

Kedua kepala negara dalam pertemuan itu, seperti dikutip dari Maghreb Arab Press, menyetujui penguatan hubungan kerjasama kedua negara berdasarkan rasa saling percaya dan solidaritas. Kunjungan Hollande ke Maroko juga dipandang sangat berharga untuk memperdalam dan memperbaharui kerjasama di bidang politik, sosial dan ekonomi, kebudayaan dan kemanusiaan yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

Dalam kesempatan itu, Presiden Hollande juga kembali memastikan dukungan negaranya pada proposal perdamaian yang ditawarkan Maroko untuk konflik di Sahara.

Proposal damai ini sejalan dengan peranan konstruktif Maroko dalam menjadikan kawasan Euro-Mediterania sebagai kawasan yang damai, stabil dan berkeadilan sejahtera.

Presiden Hollande juga memandang perlu agar kerjasama Maroko dan Uni Eropa diperkuat.

Kedua kepala negara sempat menyinggung tentang peranan Uni Maghreb yang dipandang amat strategis untuk menciptakan kesempatan memperluas kerjasama tidak hanya di kawasan barat Mediterania, tetapi juga di kalangan Uni Mediteranian.

Dalam sambutan balasannya, selain mengucapkan terima kasih atas dukungan Prancis pada Maroko, Raja Muhammad VI yang juga merupakan Ketua Komite Al Quds kembali mengingatkan bahwa proses rekonsiliasi Palestina merupakan formula yang dapat menopang proses negosiasi Israel-Palestina. Dia juga mengatakan bahwa pengakuan pada eksistensi Palestina sebagai sebuah berdaulat dengan Jerusalem Timur sebagai ibukota dapat menghentikan konflik di kawasan itu.

Hal ini, sebutnya, sejalan dengan kerangka kerja PBB dan hukum internasional yang berlaku. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA