Netanyahu: Diplomasi Gagal, Sanksi Iran Harus Ditambah Ancaman Militer

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 05 Maret 2013, 09:41 WIB
Netanyahu: Diplomasi Gagal, Sanksi Iran Harus Ditambah Ancaman Militer
benjamin netanyahu/ist
rmol news logo Diplomasi yang selama ini dilakukan negara Barat untuk mencegah Iran dalam mengembangkan nuklir telah gagal. Maka dari itu, diperlukan suatu tindakan tegas untuk menghentikan nuklir Iran sebelum pengayaan itu melewati ambang batas yang mengerikan.

Demikian ditegaskan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebagaimana dikutip al Jazeera (Selasa, 5/3).

"Ini masih belum melewati garis merah yang saya gambar di PBB September lalu," katanya, sambil merujuk ke titik dimana Israel percaya Iran akan dapat membangun sebuah senjata nuklir.

Ia juga mengatakan bahwa kini pengayaan nuklir Iran sudah hampir melewati "garis merah" itu, sehingga dunia internasional harus mengambil tindakan tegas dengan menambahkan ancaman militer dalam sanksi Iran.

"Diplomasi tidak berhasil. Sanksi saja tidak akan menghentikan Iran," tegasnya.

"Sanksi Iran harus ditambah dengan ancaman militer yang jelas dan kredibel jika diplomasi dan sanksi gagal digunakan," demikian Netanyahu.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA