Baru Setahun Berkuasa, PM Jepang Baru Lagi

Kemarin Rakyat Jepang Nyoblos

Senin, 17 Desember 2012, 08:37 WIB
Baru Setahun Berkuasa, PM Jepang Baru Lagi
Shinzo Abe
rmol news logo .Rakyat Jepang berbondong-bondong menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum Majelis Rendah, kemarin. Kubu konservatif,  Partai Demokrat Liberal (LDP) yang diusung bekas Perdana Menteri Shinzo Abe berhasil menguasai mayoritas kursi parlemen, mengalahkan kubu berkuasa, Partai Demokrat Jepang (DPJ).

Tempat-tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuka sejak pukul 07.00 waktu setempat. Hasil pe­milu  diu­mumkan pada pukul 20.00.

Penghitungan suara ke­marin menunjukkan, LDP men­da­patkan hampir 300 dari total 480 kursi Ma­jelis Rendah. Se­dang­kan, Par­tai New Komeito, se­kutu Abe, di­perkirakan men­da­patkan 30 kursi.

Dengan demikian, Abe nam­pak­nya mendapatkan dua pertiga kursi dan dengan mudah mengua­sai parlemen. Ini adalah keme­na­ngan besar Abe, karena tidak ada partai lain yang mendapatkan suara mayoritas.

Rival utama LDP, DPJ yang berkuasa, di­pimpin Yoshihiko Noda, hanya meraup 80 kursi di Majelis Rendah.   Padahal Noda baru berkuasa setahun. Dia di­lantik Agustus 2011.

Setelah tiga tahun berkuasa, DPJ harus tersingkir melawan kubu konservatif yang puluhan tahun menguasai perpolitikan Jepang.

Kemenangan LDP juga akan mengubah komitmen pemerintah Jepang atas pertikaian perairan Laut China Timur dengan China. Selain itu, Abe akan memakai ke­bijakan pro-nuklir,  dan tidak pe­duli dengan masalah kebocoran PLTN Fukushima yang dia­ki­bat­kan gempa dan tsunami tahun lalu. Abe menjadi PM pada 2006-2007. Dia turunkarena kekalahan LDP dalam pemilihan Majelis Tinggi.

Sejak enam tahun terakhir, Jepang mengalami per­gan­tian PM sebanyak enam kali. Yaitu, Shin­zo Abe (2006-2007), Yasuo Fu­ku­da (2007-2008),Taro Aso (2008-2009), Yukio Hatoyama (2009-2010), Naoto Kan (2010-2011), dan Yis­hi­hi­ko Noda (2011-se­karang). Abe, Fukuda, dan Aso berasal dari LDP, se­­men­tara lainnya dari DPJ. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA