"Sebelum meledakkan bom yang mereka sembunyikan di mobil, para pelaku melepaskan tembakan di sebuah toko emas," ujar seorang pejabat polisi setempat, Kolonel Asis U mayee, sebagaimana dikutip
Associated Press (Sabtu, 22/9).
Namun berondongan tembakan yang terjadi di toko emas ini tidak sampai memakan korban. Polisi pun segera berdatangan dan membuat para pelaku kabur dan mulai meledakkan bom yang mereka sembunyikan.
'Ledakan itu merenggut empat nyawa warga sipil, seorang sukarelawan patroli perbatasan, dan seorang pejabat setempat. Sedikitnya 12 polisi mengalami luka-luka," lanjut Asis.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, mobil pick up yang dijadikan para pelaku untuk menyembunyikan bom adalah mobil curian. Pasalnya pemilik mobil tersebut telah melaporkan kehilangan kendaraan sejak 7 september lalu.
Uniknya dua pekan sebelumnya, para pedagang di sentra bisnis Sai Buri telah menerima semacam surat edaran yang berisi ancaman. Penulis edaran memerintahkan para pedagang untuk meliburkan diri tiap hari Jumat. Namun, para pedagang mengabaikan perintah tersebut.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku serangan dan penyebar edaran ancaman itu adalah militan radikal yang sejak lama beroperasi di Thailand Selatan.
[ian]
BERITA TERKAIT: