Hal itu disampaikan Suu Kyi dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York. Dalam kesempatan itu, perempuan berjuluk The Lady ini, muncul berdampingan bersama Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon. Demikian sebagaimana diberitakan
Voanews (Sabtu, 22/9).
Dalam lawatan pertamanya ke AS pasca dibebaskan dari tahanan rumah 2010 lalu, The Lady mengatakan sangat menghargai apa yang telah dilakukan Kongres AS selama bertahun-tahun dalam mendukung gerakan demokrasinya. Ia menambahkan bahwa sekarang sudah waktunya bagi rakyat untuk mengambil alih tanggung jawab bagi terselenggaranya demokratisasi di Myanmar.
Pada Rabu (19/9), Hari Rabu, Departemen Keuangan Amerika mengumumkan mencabut sanksi terhadap Presiden Myanmar Thein Sein dan ketua parlemen Thura Shwe Mann.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PBB Ban Ki Moon berharap Presiden Thein Sein dan Aung San Suu Kyi mampu memimpin Myanmar menuju rekonsiliasi dan demokrasi.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: