Keterangan mengenai serangan tersebut diperoleh melalui pejabat Afghanistan yang mengatakan bahwa insiden itu terjadi saat iring-iringan pasukan Prancis melakukan patroli di wilayah itu
Sementara itu, kelompok Taliban mengatakan bahwa serangan tersebut telah menewaskan lebih dari jumlah yang katakan oleh pemerintah Afghanistan. Mereka mengaku mengirim seorang gerilyawan untuk melakukan aksi bom bunuh diri saat konvoi pasukan berlangsung.
"Seorang fedayeen (pengebom bunuh diri) meledakkan diri saat patroli infantri Prancis melintas dan menewaskan 12 prajurit," kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid dalam sebuah pesan, sebagaimana dilansir
AFP (Sabtu, 9/6).
Peristiwa tewasnya pasukan Perancis ini merupakan insiden pertama sejak Fancois Hollande menjadi Presiden. Padahal Hollande berjanji akan menarik seluruh pasukan tempurnya pada akhir tahun ini.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: