"Amerika Serikat mengutuk dalam istilah paling keras atas pembantaian kemarin di desa Houla Suriah," ujar Hillary dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip
Straits Times (Minggu, 27/5)
Hillary juga menyerukan respon masyarakat internasional untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah. Isteri mantan presiden AS ini menambahkan bahwa Amerika Serikat akan menjalin kerjasama dengan sekutu internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Bashar al Assad.
"Pemerintahan dengan pembunuhan dan ketakutan harus berakhir," tegasnya.
Pelanggaran HAM kembali dilakukan oleh Presiden Assad pada Jumat (25/5) dengan mengerahkan pasukan untuk menyerang kota Houla di Provinsi Houla.
Misi PBB untuk Suriah menyebutkan setidaknya ada 92 mayat ditemukan pasca serangan dari pasukan Suriah tersebut, 32 mayat di antaranya adalah anak-anak berusia kurang dari 10 tahun.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: