Lagarde mengatakan bahwa dirinya lebih lebih memikirkan nasib anak-anak kecil dari sebuah sekolah di Niger yang hanya bisa belajar selama dua jam sehari, berbagi satu bangku untuk tiga orang, dan yang sangat ingin mendapatkan pendidikan, ketimbang krisis yang terjadi di Yunani.
"Karena saya rasa mereka lebih membutuhkan bantuan ketimbang warga di Athena," ujar Lagarde dalam sebuah wawancara dengan koran Guardian sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 26/5).
Sebelumnya,Yunani telah berjanji untuk menerapkan langkah-langkah penghematan ketat dari IMF sebagai imbalan atas kesepakatan dana bailout bernilai miliaran euro yang diberikan IMF untuk menghindarkan negeri Dewa Dewi itu dari kebangkrutan.
Akan tetapi, kesepakatan tersebut terancam setelah terjadi pemilihan umum yang tidak meyakinkan pada bulan Mei ini. Dan di saat Yunani sedang menunggu pemilu baru di bulan Juni mendatang, sekarang ada kekhawatiran bahwa Athena mungkin akan terpaksa meninggalkan zona euro.
"Saya rasa mereka juga harus menolong diri mereka sendiri secara bersama-sama,'' imbuh Lagarde.
Yunani mengalami resesi selama lima tahun, lumpuh akibat utang yang menggunung, angka pengangguran yang tinggi dan aksi buruh terkait kebijakan pemangkasan anggaran.
[ian]
BERITA TERKAIT: