G8 Desak Yunani Tetap Bertahan di Zona Euro

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 20 Mei 2012, 09:57 WIB
G8 Desak Yunani Tetap Bertahan di Zona Euro
ilustrasi/ist
RMOL. Kegagalan Yunani dalam menerapkan kebijakan penghematan  untuk mengatasi masalah keuangan membuat negara tersebut terancam keluar dari zona Euro. Untuk mengatasi hal ini, para pemimpin negara-negara maju yang tergabung dalam G8 mendesak Yunani untuk bertahan dan tidak keluar dari zona Euro.

Seruan tersebut tercantum dalam pernyataan bersama negara G8 setelah negara-negara maju tersebut melakukan pertemuan tingkat tinggi di Camp David, Maryland, Amerika Serikat, pada Sabtu (19/5) waktu setempat.

"Kami tegaskan kembali bahwa kami berkepentingan untuk melihat Yunani tetap memakai euro," petikan bunyi komunike G8, sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 20/5).

Langkah negara G8 yang secara khusus menyebut negara kecil seperti Yunani memang bukan hal yang biasa dilakukan. Akan tetapi, krisis politik di negara tersebut yang bisa berujung dengan berakhirnya pemakaian mata uang euro di Yunani telah terbukti mengganggu sistem keuangan global.

Wacana keluarnya Yunani dari zona Euro mengemuka dalam beberapa hari terakhir setelah sejumlah politisi di negara Dewa-Dewi tersebut mengatakan kebijakan penghematan besar-besaran Eropa untuk mengatasi masalah keuangan, seperti yang diambil sebagian besar negara, gagal diterapkan di Yunani.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA