"Kami semua sangat prihatin tentang kekerasan yang sedang terjadi di sana, hilangnya nyawa," kata Obama, yang diapit para pemimpin negara-negara industri Kelompok Delapan (G8) pada pertemuan puncak Camp David, sebagaimana dikutip
AP (Minggu, 20/5).
Obama berharap para pemimpin Kelompok Delapan (G8) bisa mendesak semua pihak di Suriah agar mematuhi komitmen mereka berdasarkan rencana perdamaian bersama PBB-Liga Arab.
Sebelumnya pada 12 April lalu, utusan PBB, Kofi Annan berkunjung ke Suriah untuk menengahi konflik yang terjadi di Suriah. Beberapa kesepakatan berhasil disetujui oleh kedua belah pihak, namun dilanggar di tengah jalan oleh Presiden Assad.
Adapun kesepakatan tersebut meliputi penghentian segera semua kekerasan guna memungkinkan peralihan politik pimpinan rakyat Suriah yang mencakup banyak pihak dan sebuah peralihan menuju sistem politik yang demokratis.
"Kami mendukung rencana Annan, tapi kami setuju, dan saya berharap bahwa ini akan tercermin dalam pertemuan kami ini, dan bahwa rencana Annan harus sepenuhnya dilaksanakan dan proses politik harus bergerak maju secara lebih tepat waktu untuk mengatasi masalah itu." lanjut Obama
AS menuding Presiden Bashar telah menyerang para pengunjuk rasa selama hampir 14 bulan terakhir. Menurut data PBB sebanyak 9.000 orang tewas sejak rakyat Suriah memulai aksi protes pada Maret 2011.
[ian]
BERITA TERKAIT: