Gara-gara Undang Raja Bahrain, Inggris Dikritik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 19 Mei 2012, 17:11 WIB
Gara-gara Undang Raja Bahrain, Inggris Dikritik
Hamad bin Isa Al Khalifa/ist
RMOL. Tindakan Kerajaan Inggris yang mengundang Raja Bahrain untuk hadir di acara makan siang untuk memperingati Yubileum Intan Ratu Elizabeth II, ternyata menuai kritikan.

Dalam peringatan 60 tahun Ratu Elizabeth II berkuasa itu, Hamad bin Isa Al Khalifa nampak hadir bersama sekitar 45 bangsawan dunia lainnya.

Kritikan muncul karena Raja Bahrain saat ini sedang dituduh terlibat pelanggaran HAM di negaranya. Bahrain tengah dilanda krisis politik yang menyebabkan ratusan warga sipil tewas.

Kehadiran Hamad bin Isa al Khalifa ini menunjukkan keteledoran pemerintah Inggris dan mencoreng reputasi negara Eropa itu.

Sebagaimana diberitakan Reuters (Sabtu, 19/5), tokoh Partai Buruh yang juga mantan Menteri Luar Negeri Inggris Denis MacShane mengatakan bahwa diplomat Inggris seharusnya berupaya agar memastikan bahwa Al Khalifa tidak hadir dalam jamuan makan siang itu.

Namun, Kementerian Luar Negeri, yang menjadi penasehat Istana Buchingham mengenai siapa saja yang diundang ke jamuan makan siang itu, mengatakan bahwa kehadiran Bahrain membuat Inggris berpeluang berbicara secara terbuka mengenai pelanggaran HAM yang terjadi di negara itu.[ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA