Sementara itu, peluang Sarkozy untuk menang sangat tipis. Ia diprediksi hanya akan mendapatkan 48 persen suara. Sulitnya Sarkozy untuk terpilih kembali menjadi Presiden Perancis juga diakui oleh salah satu tim sukses Sarkozy.
"Saya rasa dari enam kesempatan yang ada, dia (Sarkozy) memiliki satu di antaranya. Namun, dia seperti seorang pelari. Dia tidak akan menilai semuanya telah berakhir sampai dia tiba di akhir yang sebenarnya," ujar salah seorang tim sukses Sarkozy tersebut sebagaimana dikutip
Reuters (Minggu, 6/5).
Dari berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa peluang Holande untuk menang masih diatas Sarkozy. Kepopuleran Hollande ini dipengaruhi oleh kampanyenya terkait kenaikan pajak terutama bagi mereka yang berpenghasilan tinggi untuk membiayai pengeluaran serta membatasi defisit publik.
Pada pemilihan presiden putaran pertama Francois Hollande berada di posisi atas dengan mengantongi 28,6 persen sura sedangkan Nicolas Sarkozy berada diperingkat kedua dengan 26,2 persen. Karena tidak ada calon yang memeperoleh suara 50 persen plus satu maka diadakanlah pemilihan putaran kedua yang sedianya akan berlangsung pada hari ini.
Jika Hollande berhasil mengalahkan Sarkozy dalam pemilu presiden kali ini, maka politisi berusia 58 tahun itu akan tercatat sebagai kandidat Presiden Sosialis pertama yang berhasil menduduki kursi kepresidenan dalam 17 tahun terakhir.
[ian]