Inilah 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilu Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 21 April 2012, 11:23 WIB
Inilah 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilu Presiden
ilustrasi/ist
RMOL. Pemilihan Presiden Perancis, yang diselenggarakan besok (Minggu, 22/4), akan menjadi ajang pertarungan antara kandidat Partai Sosialis Francois Hollande dengan calon incumbent yang berhaluan kanan Nicolas Sarkozy.

Jika Hollande terpilih, maka ia akan menjadi presiden sayap kiri pertama sejak 17 tahun lalu, saat Perancis dipimpin Francois Mitterand. Sedangkan Sarkozy membawa misi menyamai Presiden Jacques Chirac yang memimpin Perancis selama 2 periode.

Namun demikian, ada lima hal yang perlu diingat dalam pemilihan presiden Perancis kali ini.

Pertama, pemilihan ini merupakan perlombaan antara dua kandidat, namun tidak mengesampingkan peran kandidat yang lain.

Meskipun ada 10 kandidat yang ikut ambil bagian dalam pemilu presiden kali ini, jajak pendapat menunjukkan bahwa hanya ada dua kandidat, yaitu Sarkozy dan Hollande, yang memiliki kesempatan realistis untuk memenangkan kursi kepresidenanan.

Namun, jika kandidat presiden tidak memiliki 50 persen suara pada putaran pertama, maka akan diadakan putaran kedua. Dalam putaran kedua inilah calon lain dibutuhkan untuk menutupi kekekurangan suara sang kandidat yang masuk ke putaran kedua.

"Para calon lainnya harus diberikan perhatian karena memberikan pengaruh dalam pemilu, jika Anda keluar dari putaran pertama dengan 27 persen, 28 persen, Anda harus membuatnya menjadi 50 persen," ujar Michael Leruth, yang mengajar kursus tentang pemilihan umum di Virginia, sebagaiamana dikutip CNN (Sabtu, 21/4)

Kedua, salah satu isu yang menonjol adalah ekonomi.

Isu ekonomi mendominasi agenda politik di Perancis sebagaimana yang terjadi di AS. Sulitnya mendapat pekerjaan bagi kaum muda merupakan alasan utama mengapa Sarkozy dianggap rentan.

Sarkozy dinilai gagal dalam bidang ekonomi meski ia telah mengeluarkan kebijakan menaikkan usia pensiun, namun ia dinilai belum berhasil membuka lapangan kerja bagi kaum muda.

Ketiga, Perancis dan Amerika memiliki lebih banyak kesamaan bukan hanya sekedar tingkat pengangguran tinggi.

Imigrasi, ras dan asimilasi komunitas besar Muslim Perancis juga menjadi isu yang menonjol menjelang pemilu. Sarkozy dinilai telah keras terhadap komunitas muslim dengan memberlakukan undang-undang larangan penggunaan penutup  wajah (Burqa) bagi wanita islam di tempat umum.

Sarkozy juga pernah bertindak keras kepada para imigran dengan pernyataanya di televisi yang mengatakan "orang asing terlalu banyak di Perancis".

Keempat, hasil pemilu akan mempengaruhi stabilitas zona Euro.

Sarkozy telah bekerja dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di seluruh krisis utang Eropa. Ia memimpin jalan bagi langkah-langkah penghematan yang ketat di Yunani dan negara-negara bermasalah lainnya.

Pertanyaan yang timbul adalah apakah jika terpilih nanti, Hollande akan melanjutkan jerih payah Sarkozy ini?

Kelima, apakah hubungan Franco-Amerika akan tetap kuat?

Dalam kampanye Hollande mengatakan bahwa ia akan menarik pasukan Perancis dari Afghanistan pada akhir tahun ini. Kebijakan ini tentu akan membuat ketegangan antara Paris dan Washington.

Hollande terkenal sebagai seorang pragmatis yang tidak mau berbasa-basi. Menurut seorang pengamat, Hollande sadar bahwa Perancis membutuhkan AS dan AS juga membutuhkan Eropa, maka diprediksi, jika terpilih Hollande akan membuat kesepakatan baru mengenai militer kedua negara.[ian]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA