Ngeyel Luncurkan Roket, Bantuan Pangan Korut Dicabut AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 14 April 2012, 13:20 WIB
Ngeyel Luncurkan Roket, Bantuan Pangan Korut Dicabut AS
ilustrasi/ist
RMOL. Meskipun gagal mengorbit, peluncuran roket yang digelar Korea Utara (Jumat, 13/4), ternyata segera mendapatkan sanksi dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Sanksi tersebut berupa pembatalan rencana pengiriman bantuan pangan ke negara yang mengasingkan diri dari dunia luar tersebut.

AS menangguhkan rencana untuk memberikan 240 ribu ton bantuan pangan ke Korea Utara setelah pemerintah Korut tidak mengindahkan permintaan AS untuk membatalkan peluncuran roketnya membuat AS menangguhkan bantuan tersebut. Sedianya bantuan sebanyak itu diperuntukkan bagi anak-anak dan wanita hamil.

Sebelumnya pada tanggal 29 Februari lalu, pemerintah AS juga telah mengancam penghentian bantuan tersebut dimana pada saat itu Korea Utara sedang mempersiapkan rencana peluncuran roket.

Presiden AS, Barack Obama mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin dengan peluncuran roket itu, pasalnya peluncuran tersebut telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Sanksi yang diberikan AS ini, lanjutnya, adalah upaya untuk menekan negara komunis itu agar menaati peraturan internasional.

"Kami akan terus menjaga tekanan pada mereka (Korut) dan mereka akan terus mengisolasi diri sampai mereka mengambil jalan yang berbeda," kata Obama dalam sebuah wawancara dengan Telemundo yang dilansir Al Jazeera (Sabtu, 14/4).

Ratusan ribu warga Korea Utara diyakini telah meninggal dalam bencana kelaparan yang terjadi sejak tahun 1990. Sebuah Badan PBB menyebutkan bahwa saat ini, lebih dari 3 juta warga Korut sangat membutuhkan bantuan pangan.[ian]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA