AS menangguhkan rencana untuk memberikan 240 ribu ton bantuan pangan ke Korea Utara setelah pemerintah Korut tidak mengindahkan permintaan AS untuk membatalkan peluncuran roketnya membuat AS menangguhkan bantuan tersebut. Sedianya bantuan sebanyak itu diperuntukkan bagi anak-anak dan wanita hamil.
Sebelumnya pada tanggal 29 Februari lalu, pemerintah AS juga telah mengancam penghentian bantuan tersebut dimana pada saat itu Korea Utara sedang mempersiapkan rencana peluncuran roket.
Presiden AS, Barack Obama mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin dengan peluncuran roket itu, pasalnya peluncuran tersebut telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Sanksi yang diberikan AS ini, lanjutnya, adalah upaya untuk menekan negara komunis itu agar menaati peraturan internasional.
"Kami akan terus menjaga tekanan pada mereka (Korut) dan mereka akan terus mengisolasi diri sampai mereka mengambil jalan yang berbeda," kata Obama dalam sebuah wawancara dengan
Telemundo yang dilansir
Al Jazeera (Sabtu, 14/4).
Ratusan ribu warga Korea Utara diyakini telah meninggal dalam bencana kelaparan yang terjadi sejak tahun 1990. Sebuah Badan PBB menyebutkan bahwa saat ini, lebih dari 3 juta warga Korut sangat membutuhkan bantuan pangan.
[ian]
BERITA TERKAIT: