Seorang diplomat mengatakan bahwa sebuah draf telah diselesaikan oleh para anggota pada hari Jumat (13/4) dan akan diputuskan melalui pemungutan suara di Markas Besar PBB di New York, pada Sabtu (14/4) waktu setempat.
Sebelumnya, utusan PBB untuk Suriah, Kofi Annan, meminta pengiriman tim secepatnya ke Suriah untuk menjamin pelaksanaan rencana perdamaian disana.
Namun, pemerintah Rusia belum memastikan dukungan terhadap draf tersebut. Perwakilan tetap Rusia Vitaly Churkin, mengatakan kepada wartawan bahwa telah meski telah terjadi sebuah diskusi yang baik pada hari Jumat, tetapi dirinya tidak merasa "sepenuhnya puas" dengan pembicaraan tersebut.
Duta besar Perancis untuk PBB Gerard Araud mengaku ragu apakah Rusia akan mendukung resolusi tersebut.
"Ada negosiasi, namun belum ada kesepakatan, ini sangat sulit, tetapi akan ada pemungutan suara,"ujar Araud sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 14/4).
Resolusi itu sendiri meminta untuk pengiriman tim, yang terdiri dari 30 pemantau. Namun jika disetujui dalam pemungutan suara, maka jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 250 pemantau, ini seperti yang diminta oleh Annan.
[ian]
BERITA TERKAIT: