Penunjukan Shatir ini membalikkan pernyataan yang sebelumnya pernah keluar dari petinggi IM bahwa mereka tidak akan mengikuti proses pemilu presiden. Selain itu, penunjukan itu juga mengakhiri spekulasi tentang siapa calon dari IM yang akan melaju dalam pemilu kali ini.
Sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 1/4), IM akhirnya memutuskan untuk memilih mengajukan calon dalam pemilu presiden karena alasan kekhawatiran kembali munculnya revolusi di Mesir serta terganggunya perpindahan kekuasaan dari militer ke sipil akan.
Shatir dikenal sebagai seorang pebisnis kaya dan telah lama bergabung dengan kelompok IM. Shatir, yang sempat menjalani hukuman penjara selama 12 tahun karena terlibat dalam kelompok itu saat Presiden Hosni Mubarak masih berkuasa, merupakan salah seorang penyandang dana utama bagi kelompok tersebut.
Ikhwanul Muslimin sebelumnya berhasil meraih mendominasi dalam pemilu legislatif lalu dan kini tengah merancang konstitusi baru. Perdebatan terjadi saat konstitusi menyinggung soal pembentukan kabinet, pasalnya Dewan Militer yang saat ini berkuasa memiliki pandangan yang bertentangan dengan Ikhwanul mengenai proses pengangkatan menteri dalam kabinet nanti.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: