Pertemuan antara kedua menteri tersebut berlangsung saat rombongan dari Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran berkunjung ke Kementerian Agama Indonesia, Jumat (9/3) di Gedung Kemenag, Jakarta.
IRNA menyebut bahwa Suryadharma Ali (SDA) telah memuji sikap Iran secara konsisten telah berkomitmen untuk melawan kekuatan hegemonik Barat. SDA juga mengatakan bahwa selama ini Amerika Serikat dan Barat selalu menggunakan standar ganda dalam setiap kebijakan luar negeri yang mereka keluarkan.
"Negara-negara Barat mengklaim sebagai negara yang demokratis dan mengupayakan perdamaian, tetapi dalam praktiknya, mereka (justru) menindas bangsa lain," ujar SDA sebagaimana dilansir
IRNA (Sabtu, 10/3).
Menurut Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Republik Islam Iran Seyyed Mohammad Hoseini, pernyataan SDA ini sangat berarti bagi Iran. Pasalnya, Iran tengah gencar untuk menyatukan kembali dunia islam yang terpecah belah akibat provokasi dari Barat. Hoseini menyebutkan bahwa dunia islam harus bersatu untuk membebaskan kaum tertindas karena ini merupakan tugas agama.
"Masyarakat di negara muslim harus bangkit dan nersatu dalam situasi yang kritis ini, dimana kita (negara muslim) telah dikecewakan oleh musuh-musuh kita yang selalu memprovokasi perpecahan di antara kita," tukas Seyyed Mohammad Hoseini.
[ald]
BERITA TERKAIT: