Hal ini disampaikan Hillary usai menghadiri konferensi "Friends of Syria", di Tunisia, dimana dalam Konferensi yang dihadiri delegasi 70 negara tersebut, Rusia dan China menolak hadir dengan tidak mengirimkan delegasinya.
Konferensi "Friends of Syria" bertujuan untukmeningkatkan tekanan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad. Konferensi berakhir dengan sebuah deklarasi yang menyerukan pemerintah Suriah untuk mengakhiri kekerasan serta mengijinkan akses bantuan kemanusiaan.
"Seluruh dunia, selain Rusia dan Cina, bersedia menerima keputusan untuk mengambil tindakan terhadap rezim Assad," ujar Hillary yang menyindir ketidakhadiran delegasi Rusia dan China, sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 25/2).
Istri mantan presiden Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa krisis yang terjadi di Suriah ini merupakan penghinaan terhadap masyarakat internasional, ancaman terhadap keamanan regional, dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Ironisnya, lanjut Hillary, ini mendapat dukungan dari dua negara besar, Rusia dan China.
Krisis di Suriah merupakan salah satu bagian dari demokratisasi di dunia Arab maka dari itu, seharusnya sebagai negara besar, Moskow dan Beijing, membantu menuntaskan "Arab Spring" ini secara menyeluruh.
"Mereka (Rusia dan China) harus mengerti bahwa mereka sedang memposisikan diri tidak hanya melawan keinginan rakyat Suriah, tetapi juga melawan gerakan demokratisasi di dunia Arab (Arab Spring) secara keseluruhan," lanjut Hillary.
[ald]
BERITA TERKAIT: