Badan Energi Atom Internasional menyatakan bahwa Teheran belum mau menjelaskan secara mendetail adanya kemungkinan kepentingan militer dalam program nuklir mereka. Laporan itu juga menyatakan bahwa Iran telah meningkatkan jumlah mesin yang digunakan untuk pengayaan uranium dan menambah produksi uranium 20 persen lebih tinggi di wilayah Parchin.
"Iran tidak melakukan kerjasama yang baik, IAEA tidak dapat memberikan jaminan yang kredibel mengenai keberadaan bahan nuklir karena (sebagian) tidak diumumkan oleh Iran," ujar laporan tersebut sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 25/2).
Sebelumnya IAEA menyampaikan kekhawatiran bahwa Iran tengah meningkatkan kemampuan militernya dengan bantuan seorang pakar asing di wilayah Parchin, selatan Teheran. Namun pihak Iran menolak permintaan PBB untuk mengunjungi tempat tersebut dengan alasan kekhawatiran PBB tersebut tidak berdasar.
Pihak Gedung Putih segera merespons pernyataan ini dengan mempublikasikan sebuah pernyataan yang meminta Iran untuk mematuhi resolusi PBB yang meminta penghentian pengayaan uranium. Jika Iran menolak maka isolasi dari komunitas internasional akan meningkat.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: