Ketegangan Politik Paksa PM Haiti Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 25 Februari 2012, 10:06 WIB
RMOL. Berita internasional sedang diwarnai beberapa berita pengunduran diri para pemimpin negara. Di Jerman Christian Wuff mundur dari jabatan Presiden karena dugaan skandal korupsi yang menimpa. Dari Australia, beberapa hari lalu, Kevin Rudd yang lempar handuk karena bersitegang dengan PM Julia Gillard.

Kini dari Haiti, PM Garry Conille secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Michel Martelly pada Jumat (25/2) waktu setempat. Pengunduran diri Conile ini diambil setelah terjadi ketegangan politik antara PM dan para menteri.

"Saya merasa berkewajiban memberikan surat pengunduran diri saya," tulis Conille dalam surat pengunduran dirinya kepada Martelly sebagaimana dikutip Reuters (Sabtu, 25/2).

Keputusan pengunduran diri PM yang baru menjabat selama empat bulan tersebut diambil setelah terjadi pertikaian politik terkait kontrak pembangunan kembali pasca-gempa bumi dan juga investigasi parlementer atas kewarganegaraan ganda dari beberapa menteri dalam pemerintahan, yang ilegal berdasarkan hukum Haiti.

Hingga saat ini belum ada nama yang ditunjuk untuk menggantikan jabatan pria berumur 45 tahun tersebut, padahal pemerintah Amerika Serikat sudah memberi arahan agar segera ditunjuk pengganti Conille secepatnya.

Selain sebagai seorang dokter, Conille sebelumnya bertugas sebagai kepala staf Utusan Khusus di Kantor PBB untuk Haiti, yang dipimpin mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton. Ia menjadi sangat terkenal karena jasanya dalam membantu program rekonstruksi Haiti setelah dilanda gempa besar yang menewaskan 200 ribu orang meninggal pada Januari 2010 lalu.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA