PEMBERONTAKAN TUAREG

Ribuan Warga Mali Ngungsi ke Negara Tetangga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 18 Februari 2012, 22:15 WIB
RMOL. Perserikatan Bangsa Bangsa  (PBB) menyatakan bahwa pengungsi Mali
semakin meningkat menyusul pertikaian antara pemberontak Tuareg dengan militer meningkat dua kali dalam 10 hari terakhir.

Sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 18/2), data PBB menyebutkan 44.000 orang telah melintas menuju Mauritania, Niger dan Burkina Faso. Badan PBB urusan pengungsi, UNHCR, mengatakan sekitar 18 ribu pengungsi Mali telah tiba di Mauritania, sejumlah angka yang sama juga datang ke Niger dan lebih dari 8.000 orang mengungsi ke Burkina Faso.

''Saat kekerasan berlanjut, tim kami mengambil langkah membantu para pengungsi dengan membangun tempat penampungan sementara di sejumlah desa di perbatasan Mali,'' kata juru bicara UNHCR Melissa Fleming.

Lembaga HAM Amnesti Internasional menggambarkan pertempuran antara
Tuareg dengan militer merupakan krisis hak asasi manusia terburuk di Mali  dalam 20 tahun terakhir.

Baik tentara maupun Tuareg  diyakini telah menderita kerugian besar saat aksi Tuareg untuk merebut kota-kota di bagian utara Mali berlangsung.  Pertempuran semakin meningkat setelah pemberontak menguasai sebuah pangkalan militer. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA