semakin meningkat menyusul pertikaian antara pemberontak Tuareg dengan militer meningkat dua kali dalam 10 hari terakhir.
Sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 18/2), data PBB menyebutkan 44.000 orang telah melintas menuju Mauritania, Niger dan Burkina Faso. Badan PBB urusan pengungsi, UNHCR, mengatakan sekitar 18 ribu pengungsi Mali telah tiba di Mauritania, sejumlah angka yang sama juga datang ke Niger dan lebih dari 8.000 orang mengungsi ke Burkina Faso.
''Saat kekerasan berlanjut, tim kami mengambil langkah membantu para pengungsi dengan membangun tempat penampungan sementara di sejumlah desa di perbatasan Mali,'' kata juru bicara UNHCR Melissa Fleming.
Lembaga HAM Amnesti Internasional menggambarkan pertempuran antara
Tuareg dengan militer merupakan krisis hak asasi manusia terburuk di Mali dalam 20 tahun terakhir.
Baik tentara maupun Tuareg diyakini telah menderita kerugian besar saat aksi Tuareg untuk merebut kota-kota di bagian utara Mali berlangsung. Pertempuran semakin meningkat setelah pemberontak menguasai sebuah pangkalan militer.
[arp]
BERITA TERKAIT: