Paket pemotongan anggaran ini merupakan bagian dari kesepakatan bantuan dana sebesar 170 miliar dolar AS. Rancangan yang selanjutnya harus mendapatkan persetujuan dari parlemen Yunani dan para menteri keuangan Eropa ini, telah membuat lima menteri mundur dari jabatannya. Kelima menteri ini mundur karena menentang paket kebijakan pemangakasan anggaran yang diminta oleh IMF.
Sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 11/2), dalam paket pemangkasan anggaran tersebut tercantumkan beberapa syarat dari Uni Eropa dan IMF yang harus dilaksanakan Yunani jika ingin mendapatkan bantuan. Syarat tersebut antara lain, pemecatan 15 ribu pegawai publik, liberalisasi UU tenaga kerja, menurunkan upah minimum sebesar 20% dari 750 euro menjadi 600 euro perbulan, dan negosiasi penghapusan hutang dengan bank.
Meski mendapat tentangan dari ribuan anggota serikat pekerja, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos tetap menyetujui langkah IMF ini. Ia berpendapat bahwa jika gagal menyepakati pemangkasan anggaran dan gagal bayar utang, maka kekacauan ekonomi yang terjadi di Yunani akan semakin tidak terkontrol.
"Kita tidak bisa membiarkan Yunani bangkrut, gagal bayar akan menceburkan negara kita ke sebuah petualangan yang berbahaya," kilah Papademos.
[dem]
BERITA TERKAIT: