China sebagai mitra dagang utama Iran, berupaya menjawab tuduhan AS dan Barat yang menganggap program pengayaan nuklir Iran adalah kedok bagi program senjata rahasia. China juga dikenal sebagai sahabat diplomatik yang keras menentang sanksi Barat terhadap Teheran.
Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Liu Weimin, menyebutkan bahwa Asisten Menteri Luar Negeri Ma Zhaoxu sedianya akan berkunjung ke Iran pada 12-13 Februari untuk bertukar pandangan mengenai masalah nuklir ini.
"Dialog dan kerjasama adalah satu-satunya cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran. Kami siap untuk bekerja sama dengan
pihak terkait untuk mencari awal dimulainya kembali pembicaraan ini," kata Liu sebagaimana dikutip
AP (Sabtu, 11/2).
Bulan lalu, Amerika Serikat dan dunia Barat telah menjatuhkan sanksi terhadap industri minyak dan bank pusat Teheran. Langkah tersebut digulirkan setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada November mengaku punya bukti yang menunjukkan bahwa Iran telah melakukan kegiatan yang relevan dengan pengembangan piranti nuklir.
[ald]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: