Warga Suriah di Inggris dan Jerman Unjuk Rasa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 04 Februari 2012, 20:08 WIB
RMOL. Tewasnya 200 orang di Homs, Suriah, akibat tembakan aparat keamanan Suriah, memicu aksi unjuk rasa menentang rezim Bashir al Assad di luar negeri. Warga Suriah yang berada di Jerman dan Inggris menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar mereka.

Di Berlin, puluhan pengunjuk rasa masuk ke kantor kedutaan dengan menendang pintu dan merusak sebagian sarana kantor kedutaan. Beruntung, aksi ini dapat dihentikan aparat kepolisian Berlin. Sedangkan Kementerian Luar Negeri Jerman mengutuk pengerusakan ini sembari meminta maaf kepada pemerintah Suriah atas kejadian tersebut.

Sementara itu, aparat polisi London menangkap belasan pengunjuk rasa yang berusaha masuk dan merusak komplek kedutaan besar Suriah.

"Kami datang ke sini (kantor Kedutaan Besar Suriah), karena mendengar 200 orang tewas di Homs. Saya khawatir tentang situasi di negara kami. Saya sudah tinggal dua tahun di London, tapi saya tetaplah warga Suriah. Pertumpahan darah di negara kami harus dihentikan," kata salah seorang pendemo, Anass Toma, warga Suriah yang sedang studi di London sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 4/2).

Pada hari ini (Sabtu, 4/2) Dewan Keamanan PBB sedianya akan menggelar voting untuk menyelesaikan krisis politik di Suriah. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA