Pilpres Taiwan Penentu Hubungan dengan China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 14 Januari 2012, 16:20 WIB
Pilpres Taiwan Penentu Hubungan dengan China
RMOL. Pemilihan presiden di Taiwan yang digelar hari ini akan mempengaruhi hubungan dengan China. Pasalnya, Presiden yang saat ini menjabat Ma Ying Jeou ikut mencalonkan diri untuk mempertahankan kedudukannya.

Dalam masa jabatannya, Ma dikenal sebagai sosok yang dapat meningkatkan hubungan Taiwan dengan China. Sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 14/1), Ma mengatakan sebuah suara untuk dirinya merupakan sebuah suara untuk perdamaian.

Hal ini sejalan dengan keinginan rakyat Taiwan yang yang melihat hubungan dengan China merupakan masalah penting dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, sejumlah pemilih khawatir kebijakan Ma akan memuluskan jalan untuk unifikasi dengan China.

Jalan Ma untuk kembali memimpin Taiwan nampaknya akan menghadapi tantangan yang serius dari kandidat oposisi Tsai Ing-wen. Tsai, yang juga merupakan wanita pertama yang menjadi kandidat presiden di Taiwan, melakukan propaganda dengan menyebut pendekatan yang dilakukan Ma dapat membahayakan kedaulatan Taiwan. Pemimpin Partai Demokratik Progresif tersebut menginginkan Taiwan secara resmi merdeka dari China.

China hingga saat ini masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang terpisah. Pemerintah China juga telah mengerahkan 1.500 senjata yang diarahkan ke Taiwan untuk mencegah upaya Taiwan mengumumkan kemerdekaannya.

Sedangkan Amerika Serikat, yang merupakan salah satu sekutu dekat Taiwan, dalam perjanjian pada tahun 1979 menyatakan siap mempertahankan pulau tersebut dari serangan pihak asing.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA