Meskipun demikian, kelompok oposisi dan pengamat internasional menilai bahwa partai milik Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin tersebut telah melakukan sejumlah tindak kecurangan.
Bahkan tuduhan kecurangan ini juga dilontarkan oleh salah satu anggota Komisi Pemilu Rusia, Yevgeny Kolyushin, yang mengkritik pelaksanaan Pemilu yang disebutnya mengistimewakan Partai Rusia Bersatu.
"Partai Rusia Bersatu diistimewakan dibandingkan partai lain," kata Yefgeny sebagaimana dikutp
BBC (Sabtu, 10/12).
Ia menambahkan bahwa aksi protes ribuan orang di Moskow, yang menentang kecurangan Pemilu Rusia terserbut, akan terus berlanjut dan bertambah besar seiring pengumuman hasil Pemilu ini.
Setidaknya, kelompok oposisi mencatat ada sejumlah pelanggaran yang condong menguntungkan Partai Rusia Bersatu pimpinan Perdana Menteri Vladimir Putin. Kubu oposisi mengatakan pelanggaran tersebut, antara lain, terjadi dalam bentuk pengisian kotak suara dan tawaran imbalan uang kepada sejumlah pemilih.
[arp]
BERITA TERKAIT: