Clinton menyatakan bahwa dirinya telah menerima laporan yang kredibel dan spesifik mengenai rencana serangan ke Washington DC dan New York. Meski demikian ia belum bisa mengkonfirmasi informasi tersebut.
"Al Qaeda tengah berupaya menyerang warga Amerika Serikat khususnya di New York dan Washington DC. Ancaman ini bukan hanya sebuah kejutan, ini adalah peringatan bahwa kita harus meneruskan perjuangan melawan ekstrimisme dari manapun asalnya, siapapun pelakunya dan siapapun targetnya," ujar Hillary setelah menghadiri peringatan tragedi World Trade Center (WTC) di Bursa Efek New York, Jumat (9/9) waktu setempat, sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 10/9).
Mantan istri orang nomor satu di Amerika Serikat itu juga meminta kepada aparat keamanan untuk mengangani ancaman ini dengan serius. Dia memaparkan bahwa para pejabat negara, khususnya yang menangani kontra terorisme, merasa khawatir dengan ancaman aksi teror ini. Sebab, dari berbagai dokumen yang ditemukan saat penyerbuan yang menewaskan Osama bin Laden di Pakistan, Mei lalu, menunjukkan adanya rencana teror Al Qaeda yang bertepatan dengan peringatan tragedi WTC.
Meski demikian Hillary mengimbau agar Amerika Serikat, khususnya New York dan Washington DC, tidak perlu khawatir untuk menggelar peringatan tersebut karena pemerintah setempat telah memperketat keamanan di kota terbesar di AS tersebut.
"Anda semua harus melanjutkan hidup. Kota ini (New York) adalah kota yang kuat," tutup Clinton.
[ald]
BERITA TERKAIT: