Pembantaian Berlanjut, Sniper Tembaki Warga Usai Sembahyang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 25 Juni 2011, 11:24 WIB
Pembantaian Berlanjut, Sniper Tembaki Warga Usai Sembahyang
ilustrasi
RMOL. Seperti halnya demonstrasi di pekan-pekan lalu, kemarin para aktivis anti pemerintah meminta warga Suriah berdemonstrasi setelah shalat Jumat  (Jumat, 24/6). Para demonstran menghimpun massa melalui akun di jejaring sosial facebook bertajuk "Bashar bukan lagi presiden saya dan pemerintahannya tidak lagi mewakili saya."

Sedikitnya, 15 orang tewas dalam demonstrasi menentang Presiden Bashar al Assad yang terjadi kemarin. Salah seorang demonstran mengatakan bahwa seusai shalat jumat, pasukan keamanan Suriah melepaskan gas air mata dan peluru tajam ke arah pengunjuk rasa yang menewaskan lima warga sipil dan beberapa lainnya luka-luka di Kiswah, selatan Damaskus. Tembakan para penembak jitu atau sniper juga menewaskan tiga pengunjuk rasa di Barzeh dan dua demonstran di Homs.

"Ada tentara, tank, gerombolan bersenjata, preman dan penembak jitu di atas gedung-gedung," ujar seorang saksi mata yang tak disebutkan namanya seperti dilansir BBC (Sabtu, 25/6).

Kondisi mencekam yang terjadi di Suriah ini membuat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton prihatin. Hillary mengatakan bahwa agresivitas yang dilakukan oleh para tentara Suriah telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan dan harus segera diselesaikan. Uni Eropa membuat pernyataan sikap serupa mengecam kekerasan yang terjadi di Suriah karena sudah melewati batas kewajaran seorang rezim terhadap rakyatnya sendiri. Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam dalam menyikapi masalah yang terjadi di suriah.

"Kami tidak akan diam diri, sementara rezim Suriah melakukan kekerasan untuk membungkam rakyatnya sendiri," ujar Menteri Luar Negeri Inggris William Hague seperti dilansir AP (Sabtu, 25/6)

Sejak Maret lalu, tercatat 1.400 orang tewas dan ribuan lainnya ditahan oleh pemerintah saat menangani demonstrasi. Sementara itu, belasan ribu warga memilih untuk mengungsi ke Turki untuk mencari suaka.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA