Jimmy Carter Sebut AS dan Korsel Langgar HAM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 30 April 2011, 18:40 WIB
Jimmy Carter Sebut AS dan Korsel Langgar HAM
jimmy carter/ist
RMOL. Setelah perjalanan tiga hari ke Korea Utara (Korut) minggu lalu, mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter menuduh AS dan Korea Selatan (Korsel) telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap Korut dengan menahan bantuan pangan. Maka dari itu, menurut Carter, AS harus bertanggung jawab atas krisis pangan yang terjadi di Korea Utara.

"Salah satu hak asasi manusia yang paling penting adalah hak memiliki makanan untuk dimakan. Tapi Korea Selatan dan Amerika Serikat dengan sengaja menahan bantuan makanan kepada rakyat Korut dan itu benar-benar merupakan pelanggaran HAM (yang nyata)," ujar Jimmy Carter seperti dilansir BBC (Sabtu, 30/4).

Masih kata Carter, oleh karena itu, AS dan Korsel harus membuka embargo dan tidak menghambat kiriman bantuan makanan ke negara komunis tersebut.

Pemerintah AS sendiri langsung membantah tuduhan Carter tersebut. Mereka menyebut apa yang terjadi di Korut adalah tanggung jawab dari pemerintah negara itu dan tidak ada urusannya dengan Amerika Serikat.

Bantuan pangan AS ke Korut memang telah dihentikan sejak dua tahun lalu setelah Korut menyatakan tidak membutuhkan bantuan tersebut.

"Seperti yang kita ketahui Korut dengan tiba-tiba menghentikan program bantuan (makanan) pada tahun 2009. Semua orang harus ingat siapa yang bertanggung jawab atas (derita)rakyat Korut dan itu adalah pemerintah mereka sendiri," ujar Direktur Perencanaan Kebijakan Amerika Serikat Jacob Sullivan.

Saat ini Korea Utara telah mengalami krisis pangan yang mengakibatkan 3,5 juta rakyatnya menderita gizi buruk. Faktor musim dingin yang ekstrim dianggap sebagai salah satu penyebab krisis pangan. PBB melalui World Food Programme (WFP) telah mengumumkan rencana untuk mendistribusikan bantuan pangan ke Korut. WFP juga akan melakukan pemantauan dan kontrol untuk memastikan makanan itu sampai ke tempat yang membutuhkan. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA