Aksi ini adalah bentuk protes rakyat Pakistan terhadap pesawat NATO yang menghujani wilayah suku Waziristan Utara dengan rudal dan menewaskan 25 warga sipil.
Pemimpin aksi, Imran Khan menyerukan bahwa rakyat Pakistan akan melanjutkan aksi protes ini hingga Amerika Serikat menghentikan serangannya. Ia juga menghimbau pemerintah Pakistan untuk menutup rute suplai utama pasokan NATO yang melalui pinggiran Peshawar, Pakhtoonkhwa Khyber, Pakistan.
"Pakistan tidak boleh menghamba pada Amerika Serikat," cetus mantan atlit Kriket yang sekarang menjandi politisi ini, seperti dilansir
IRNA (Minggu, 24/4).
Aksi ini yang telah berjalan dua hari ini membuat pasokan kebutuhan sehari-hari untuk 150.000 pasukan Nato ditangguhkan. Namun, meskipun aksi NATO telah membuat rakyat Pakistan marah dengan melakukan pemblokiran jalan, dedengkot NATO, AS tetap menolak menghentikan serangannya. AS malah mengupayakan jalur alternatif lain untuk memasok pasukan NATO.
[arp]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: