Provokasi Berlanjut, AS dan Korsel Tetap Gelar Latihan Perang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 28 November 2010, 15:28 WIB
Provokasi Berlanjut, AS dan Korsel Tetap Gelar Latihan Perang
ilustrasi
rmol news logo Tanpa memperdulikan protes Korea Utara, Amerika Serikat dan Korea Selatan tetap menggelar latihan perang di kawasan Laut Barat Semenanjung Korea atau Laut Kuning, hari Minggu ini (28/11).

Demikian disampaikan Jurubicara Pasukan AS di Korea (USFK), David Oten, seperti dikutip CNN.

Latihan perang digelar di wilayah perairan yang menurut Korea Selatan dan Amerika Serikat merupakan bagian dari Korea Selatan, sementara menurut Korea Utara merupakan bagian wilayah laut mereka.

Hari Rabu lalu, Korea Utara melepaskan tembakan ke Pulau Yeonpyeong yang diklaim Korea Selatan sebagai milik mereka yang hanya berjarak sepelemparan batu dari wilayah darat Korea Utara. Sebelum melepaskan tembakan, Korea Utara lebih dahulu memperingatkan Korea Selatan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas bila ada peluru Korea Selatan yang jatuh ke wilayah Korea Utara.

Informasi lain yang diperoleh dari media Barat juga mengatakan bahwa pihak Kementerian Keamanan Korea Selatan telah memerintahkan warga Korea Selatan di Pulau Yeonpyeong dan pulau lain di sekitarnya untuk berlindung setelah mendengar suara sirene dari wilayah darat Korea Utara.

Juga dilaporkan bahwa Menteri Luar Negeri China telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Menteri Luar Negeri AS dan Menteri Luar Negeri Jepang mengenai ketegangan baru di kawasan itu. Menlu China meminta agar Korea Selatan dan AS menurunkan tensi.

Tampaknya, AS dan Korea Selatan memang sengaja menunggu serangan dari Korea Utara. Seperti yang terjadi di tahun 1950, hanya serangan dari Korea Utara yang dapat digunakan sebagai alasan untuk menggulung Korea Utara yang sekian lama tak mau tunduk pada AS dan Korea Selatan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA