Pada penutupan perdagangan Rabu, 30 September 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones turun 443,87 poin atau 0,86 persen menjadi 50.906,05. S&P 500 melemah 19,30 poin atau 0,25 persen ke 7.651,54, sementara Nasdaq Composite naik 63,52 poin atau 0,24 persen ke 26.861,06.
Pergerakan bursa sempat lebih kuat sepanjang perdagangan. S&P 500 bahkan sempat naik 0,7 persen, sedangkan Nasdaq menguat hingga 1,2 persen sebelum sebagian besar indeks kehilangan momentum menjelang penutupan.
Sektor teknologi menjadi penopang utama Nasdaq dan S&P 500. Saham Microsoft, Apple, dan Nvidia menguat, mendorong indeks sektor teknologi S&P 500 naik 0,6 persen dan menjadi sektor dengan kinerja terbaik. Namun, secara keseluruhan, sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah.
Sentimen pasar mendapat dorongan dari data inflasi. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) naik 3,4 persen secara tahunan pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 3,7 persen. Data tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober ikut menurun.
Menurut CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Oktober turun menjadi sekitar 37 persen, dari sekitar 51 persen pada sesi sebelumnya dan hampir 71 persen sepekan sebelumnya.
Namun, kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat investor tetap berhati-hati. Imbal hasil Treasury tenor dua tahun sedikit meningkat, sementara imbal hasil obligasi jangka panjang terus naik seiring ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS yang masih solid. Data terpisah juga menunjukkan pertumbuhan PDB kuartal II direvisi naik menjadi 2,2 persen secara tahunan.
Dari sisi saham individual, Hewlett Packard Enterprise (HPE) melonjak 3,9 persen setelah menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan jangka panjang bisnis jaringannya dan mengumumkan kesepakatan senilai US$1,2 miliar dengan Vultr. Sebaliknya, saham Moderna anjlok 5,3 persen setelah Citigroup menurunkan rekomendasinya menjadi "jual" dari sebelumnya "netral".
Untuk kinerja kuartal III, S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencatat kenaikan kuartalan kedua secara beruntun. Sementara Dow Jones mengalami penurunan kuartalan untuk kedua kalinya dalam tiga kuartal terakhir.
Sepanjang September, S&P 500 turun 0,45 persen dan Dow Jones merosot 4,29 persen, sedangkan Nasdaq naik 1,86 persen. Kini, perhatian pasar kembali tertuju pada data tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat, yang dapat memberi gambaran baru mengenai arah kebijakan The Fed setelah inflasi memberi sedikit ruang bagi investor.
BERITA TERKAIT: