Hal tersebut disampaikan Rosan saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Kepada awak media, Rosan mengatakan, jajaran manajemen BRI dan BSI telah melakukan koordinasi guna mematangkan pelaksanaan program tersebut.
"Yak, memang sudah. BRI dan BSI memang sudah, dari manajemennya juga sudah koordinasi untuk apa, melakukan rencananya, agar pembukaan dari rekening di seluruh Indonesia melalui BRI dan untuk Aceh itu bisa dengan BSI, bisa terlaksana dengan secepatnya," ujar Rosan.
Adapun mengenai rencana pemberian dana awal sebesar Rp50 ribu dalam rekening tersebut, Rosan mengatakan pemerintah masih menyusun mekanisme pembiayaannya.
"Ya, mekanismenya lagi dirancang segera," kata Rosan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki rekening bank sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus memastikan akses masyarakat terhadap layanan perbankan semakin merata.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Presiden meminta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan rekening yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
"Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Merdeka, Senin lalu, 7 September 2026.
BERITA TERKAIT: