Kegiatan tersebut memadukan jalan pagi, kecintaan terhadap kain Nusantara, kuliner, kesehatan, seni budaya, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan juga mencakup flashmob dengan lenggang berkain, Pasar Kain Ngegeratak, penampilan Angklung Gumati Nusantara (Anggun), serta pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kain Nusantara adalah identitas, kekuatan ekonomi, sekaligus warisan peradaban yang harus kita jaga dan teruskan kepada generasi berikutnya,” kata Ketua Umum Kowani periode 2024-2029 Nannie Hadi Tjahjanto dalam keterangannya, Selasa 1 September 2026.
Menurut Kowani, di balik selembar kain Nusantara terdapat ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak perempuan, mulai dari penenun, pembatik, perajin, desainer, pedagang hingga pelaku UMKM.
Karena itu, pelestarian kain Nusantara perlu dikembangkan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan para perempuan dan keluarga yang menjaga keberlanjutan warisan tersebut.
“Gerakan mencintai kain Nusantara harus kita bawa lebih jauh: dari pelestarian budaya menuju pemberdayaan ekonomi, dari komunitas menuju pasar yang lebih luas, dan dari Indonesia menuju dunia,” lanjut Nannie.
Kowani juga menilai penyatuan unsur budaya, kesehatan, kuliner, olahraga dan ekonomi kreatif dalam satu kegiatan merupakan pendekatan yang relevan untuk membangun gerakan masyarakat yang berdampak.
Kowani berharap gerakan berkain semakin berkembang menjadi kekuatan budaya dan ekonomi yang mampu mengangkat karya perempuan Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional.
BERITA TERKAIT: