Di Korea Selatan, indeks Kospi turun lebih dari 1 persen pada awal perdagangan. Indeks Kosdaq yang banyak dihuni saham berkapitalisasi kecil juga merosot lebih dari 1 persen.
Tekanan serupa terlihat di Jepang. Indeks Nikkei 225 turun 0,91 persen, sementara Topix bergerak relatif stabil. Saham teknologi dan semikonduktor menjadi salah satu kelompok yang tertekan dalam perdagangan pagi.
Bursa Australia turut berada di zona merah. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,36 persen pada awal perdagangan.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.346, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.566,99.
Pergerakan negatif tersebut terjadi ketika investor mencermati kembali ketegangan di Timur Tengah, terutama potensi dampaknya terhadap pasokan dan harga minyak.
Kenaikan harga energi menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan tekanan inflasi sekaligus memperbesar kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global. Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham.
BERITA TERKAIT: