Pelaku pasar dibayangi oleh kecemasan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali memanas sepanjang akhir pekan lalu.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi pada Sabtu 19 September 2026.
Di hari yang sama, situasi geopolitik kian memanas setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) bagi warga negaranya untuk mempertimbangkan kembali kunjungan ke Timur Tengah, di tengah ancaman serangan balasan antara AS dan Iran.
Di tengah sentimen tersebut, pergerakan bursa saham regional menunjukkan dinamika yang beragam.
Di Australia, indeks ASX 200 dibuka di zona merah dengan penurunan 0,49 persen, lalu melemah tipis 0,22 persen ke level 8.711,90 pada pukul 08:15 WIB.
Di Korea Selatan, sentimen positif justru menyelimuti pasar domestik mereka. Indeks Kospi melaju menguat 0,92 persen ke posisi 6.957,64 setelah dibuka naik 0,85 persen, diikuti oleh kenaikan Indeks Kosdaq sebesar 0,43 persen.
Di Jepang, aktivitas perdagangan di bursa saham Jepang terpantau libur karena memperingati hari libur nasional.
Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng bergerak melemah tipis di level 24.678, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di angka 24.750,78.
BERITA TERKAIT: