Dalam rangka mewujudkan visi besar Presiden Prabowo tersebut, tiga strategi yang sedang dijalankan Kemenkop yaitu melakukan rebranding koperasi terutama bagi kalangan anak muda, gen Z dan milenial. Di era serba modern dan canggih saat ini, citra koperasi terlupakan dan kerap dianggap sebagai entitas usaha yang kuno atau jadul (jaman dulu).
Hal ini disampaian Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam acara Muktamar V Wahdah Islamiyah bertema Kolaborasi Umat Melalui Koperasi Menuju Indonesia Berkah di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
"Sekarang kurikulum koperasi kita gencarkan lagi, di beberapa provinsi bahkan sudah memasukkan lagi mata pelajaran ekonomi Pancasila dan koperasi. Semoga koperasi ini bisa dipelajari dan dihayati lagi di lembaga-lembaga pendidikan kita," ujarnya.
Strategi kedua yaitu digitalisasi koperasi di mana Kemenkop bersama berbagai pihak terlibat aktif dalam upaya mendampingi koperasi eksisting untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan kegiatan usahanya. Menurutnya koperasi yang tidak menggunakan teknologi akan tertinggal dengan sendirinya.
Kemudian, Kemenkop juga akan melakukan perbaikan tata kelola koperasi secara menyeluruh karena selama ini koperasi lebih banyak fokus pada aspek kelembagaan saja namun melupakan tugas utamanya yaitu pengembangan bisnis dan usahanya.
Kegiatan yang bersifat administratif seperti rapat anggota tahunan (RAT) memang sangat penting namun tidak boleh melupakan untuk melaksanakan hasil RAT dan melakukan pengembangan bisnisnya.
"Sekarang kami juga terus mendorong agar koperasi itu harus membangun pola pengembangan bisnis dan usaha untuk masuk ke sektor produksi kembali ke sektor distribusi, industri dan keuangan," ucapnya.
Selain itu, Kemenkop bersama pihak terkait lainnya juga berkolaborasi dengan pondok pesantren. Kemenkop juga tengah menggagas agar masjid-masjid dapat membentuk entitas usaha berupa koperasi sehingga manfaat keekonomian dapat dirasakan oleh umat atau jamaah masjid.
BERITA TERKAIT: