Pasar Logam Dunia Bergejolak, Emas Terkoreksi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 21 Agustus 2026, 07:28 WIB
Pasar Logam Dunia Bergejolak, Emas Terkoreksi
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Kecil Besar
rmol news logo Harga logam dunia bergerak beragam pada penutupan perdagangan Kamis 20 Agustus 2026. Pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, prospek inflasi, serta pergerakan harga minyak yang kembali menguat. 
HUT RMOL news

Setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya, emas kini menghadapi tekanan aksi ambil untung, meski prospek suku bunga riil jangka panjang yang lebih rendah membuat penurunan harga tertahan.

Harga emas spot turun 0,1 persen menjadi 4.516,19 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh 4.450,08 Dolar AS. 

Pada saat yang sama, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember justru ditutup menguat 0,6 persen menjadi 4.571,40 Dolar AS per ons. 

Di kelompok logam mulia lainnya, perak spot naik 1,9 persen menjadi 68,16 Dolar AS per ons, platinum nyaris tidak berubah di 1.824,72 Dolar AS, sedangkan paladium turun tipis 0,1 persen menjadi 1.330,74 Dolar AS per ons.

Pergerakan tersebut terjadi setelah emas mencatat lonjakan lebih dari 4 persen pada perdagangan sehari sebelumnya.  Penguatan ketika itu didorong pelemahan Dolar AS dan penurunan tajam imbal hasil US Treasury setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana meningkatkan pembelian kembali obligasi berjangka panjang.

Pasar kini memperkirakan peluang 67,4 persen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September berdasarkan FedWatch Tool CME Group. Sementara itu, kenaikan harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kebuntuan perundingan terkait konflik Iran juga membuat risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah tetap menjadi perhatian pasar.

Di tengah kondisi tersebut, Morgan Stanley masih melihat peluang penguatan emas. Analis bank tersebut memperkirakan harga emas dapat menembus 5.000 Dolar AS per ons pada 2027, atau bahkan lebih cepat apabila The Fed mempertahankan suku bunga. Namun, prospek tersebut juga dibayangi potensi volatilitas yang tinggi. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA