Courier Operation Vice President Pos Indonesia Fernanda W. Rahmanto mengatakan, penggunaan motor listrik membuat biaya operasional kendaraan per kurir turun sekitar 67 persen setiap bulan.
Menurutnya, Pos Indonesia mulai melakukan peralihan dari kendaraan berbahan bakar bensin ke motor listrik sejak 2023.
Sejak saat itu, biaya operasional kendaraan per kurir yang sebelumnya mencapai Rp750 ribu per bulan turun menjadi sekitar Rp250 ribu.
"Kalau dari sisi kelebihannya memang lebih hemat. Kalau kami menggunakan bahan fosil, itu kalau dirupiahkan dalam satu bulan kami menghabiskan sekitar Rp750 ribu per bulan. Tetapi dengan kendaraan listrik, satu kurir satu bulan itu hanya habis sekitar Rp250 ribu rupiah," kata Fernanda usai menghadiri peluncuran motor listrik nasional yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis, 13 Agustus 2026.
Efisiensi tersebut, lanjut Fernanda, menjadi salah satu manfaat utama yang dirasakan Pos Indonesia dalam mendukung kegiatan operasional kurir sekaligus menjaga kelancaran proses logistik.
Dengan penghematan biaya yang cukup besar, Pos Indonesia berharap pemanfaatan motor listrik dapat terus diperluas. Hal itu seiring dengan penguatan ekosistem kendaraan listrik yang tidak hanya menyasar wilayah perkotaan.
"Ke depan, kami berharap ekosistem motor listrik di Indonesia bisa cepat untuk diimplementasikan di semua daerah. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi untuk tier 2, tier 3 juga terbangun juga ekosistem itu," ujarnya.
BERITA TERKAIT: