Melansir laman resmi Presiden RI, kehadiran MoLiNas mempertegas arah transformasi industri nasional. Indonesia didorong untuk mampu menguasai teknologi, membangun industri sendiri, serta menghasilkan produk bernilai tinggi dengan memanfaatkan kekuatan dalam negeri.
MoLiNas juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi. Penggunaan motor listrik dinilai dapat membantu mengurangi kebutuhan terhadap BBM konvensional, sekaligus mendukung hilirisasi dan memperkuat industri nasional.
Dalam peluncuran tersebut, Presiden Prabowo menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit. MoLiNas menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendorong kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor.
Harga Motor Listrik NasionalHingga saat ini, pemerintah maupun PT ALVA belum merilis harga resmi Motor Listrik Nasional secara On The Road (OTR). Oleh karena itu, belum ada angka pasti yang dapat menjadi patokan harga MoLiNas di pasaran.
Namun, jika mengacu pada estimasi rentang harga motor listrik yang beredar di Indonesia, harga kendaraan listrik roda dua dapat dibagi ke dalam beberapa kategori. Motor listrik untuk penggunaan harian dengan jarak tempuh sekitar 40-60 kilometer dan daya 800W-1.500W umumnya berada pada kisaran Rp8 juta hingga Rp15 juta.
Sementara itu, motor listrik dengan kecepatan lebih tinggi serta kapasitas dan daya baterai yang lebih besar berada pada kisaran Rp15 juta hingga Rp30 juta. Adapun motor listrik kelas premium umumnya memiliki harga di atas Rp30 juta.
Kendaraan pada kategori ini biasanya menawarkan performa lebih tinggi, fitur konektivitas pintar seperti aplikasi dan GPS, desain maxi scooter, serta masa garansi baterai yang lebih panjang. Dengan demikian, estimasi harga MoLiNas belum dapat dipastikan sebelum pemerintah dan PT ALVA mengumumkan harga jual resminya.
Rentang harga motor listrik di pasaran tersebut hanya dapat digunakan sebagai gambaran awal.
Ekosistem Motor Listrik NasionalPengembangan MoLiNas tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga mencakup pembangunan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Ekosistem tersebut meliputi pengembangan industri dan manufaktur, penyediaan komponen serta baterai, pembangunan infrastruktur pengisian daya dan penggantian baterai, pembiayaan, distribusi, hingga layanan purnajual.
Pemerintah juga menargetkan penguatan penyerapan pasar agar penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri semakin luas. Dalam program tersebut, PT Len Industri ditunjuk sebagai integrator utama.
Perusahaan tersebut bertugas mengorkestrasi kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem motor listrik nasional.
BERITA TERKAIT: