Angka ini menandai pertumbuhan kredit tercepat dalam dua tahun terakhir, terhitung sejak April 2024.
Capaian ini disokong oleh lonjakan tajam pada kredit investasi yang tumbuh 24,90 persen YoY. Sementara itu, kredit modal kerja mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,94 persen, disusul oleh kredit konsumsi yang naik 5,75 persen.
Di tengah membayangnya ketidakpastian ekonomi global, daya tahan industri perbankan nasional tetap terjaga kokoh berkat kecukupan modal, likuiditas yang memadai, serta risiko kredit yang terkendali.
Bank Indonesia optimistis target pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 8 persen hingga 12 persen akan tercapai. Keyakinan ini didukung oleh besarnya fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed loan) senilai Rp2.490 triliun (21,52 persen dari total plafon), pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat sebesar 10,21 persen YoY, serta iklim suku bunga yang tetap mendukung.
Dari sisi penopang likuiditas, rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) tercatat aman di level 23,08 persen. Rata-rata suku bunga kredit saat ini berada pada tingkat 8,81 persen, sedangkan suku bunga deposito berjangka satu bulan berada di posisi 4,76 persen.
BERITA TERKAIT: