PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tampil sebagai bintang pasar dengan performa impresif di akhir perdagangan.
Pantauan
RMOL, BREN, pengembang energi terbarukan dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di bursa (Rp468,22 triliun), ditutup menguat 4,00 persen ke level Rp3.500 pada pukul 16.55 WIB. Sempat menyentuh level terendah di Rp3.340 dan tertinggi di Rp3.580, BREN membukukan nilai transaksi Rp315,50 miliar dari 19.810 kali frekuensi. Emiten ini tercatat memiliki PE Ratio sebesar 202 kali dan EPS Rp17,47.
Persentase kenaikan paling tajam dicetak oleh DSSA, perseroan yang bergerak di bidang energi, infrastruktur, pertambangan, dan teknologi. DSSA melesat 15,00 persen ke posisi Rp940 setelah sempat menyentuh level puncak Rp985. Aktivitas perdagangannya sangat ramai dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp1,80 triliun melalui 152.020 kali transaksi. Memiliki nilai pasar Rp145,45 triliun, DSSA diperdagangkan pada PE Ratio 41 kali dengan EPS Rp23,33.
Sementara itu, emiten tambang tembaga dan emas terintegrasi AMMN menguat solid 7 persen ke level Rp4.290. Bergerak stabil sejak pembukaan di Rp4.010 hingga menyentuh harga tertinggi Rp4.370, AMMN mencatatkan nilai transaksi Rp596,70 miliar. Dengan kapitalisasi pasar Rp310,65 triliun, AMMN menampilkan fundamental paling tebal di antara ketiganya lewat EPS Rp126,70 dan PE Ratio 34 kali.
Perbandingan ini memperlihatkan dinamika yang menarik: DSSA menjadi saham paling kencang melaju sekaligus paling likuid secara rotasi dana, AMMN unggul dalam perolehan laba per saham, sedangkan BREN tetap kokoh sebagai penopang utama bobot indeks.
Kenaikan serentak menjelang penutupan kemarin menjadi sinyal positif yang siap diuji ketahanannya pada pembukaan pasar pagi ini.
BERITA TERKAIT: