Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Konflik Timur Tengah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 21 Juli 2026, 09:03 WIB
Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Konflik Timur Tengah
Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bergerak beragam pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap Kanada, serta kenaikan harga minyak yang membuat investor cenderung berhati-hati.

Di awal perdagangan, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,8 persen dan Topix naik 0,86 persen. Sementara Kospi Korea Selatan bertambah 0,1 persen, sedangkan Kosdaq justru melemah 0,72 persen.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,58 persen.

Pelaku pasar mencermati perkembangan di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan Iran akan menghadapi konsekuensi menyusul tewasnya tiga personel militer Amerika. Pada saat yang sama, kelompok Houthi di Yaman mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi, sehingga memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global.

Selain faktor geopolitik, investor juga menyoroti kebijakan perdagangan terbaru dari Washington. Pemerintahan Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk impor asal Kanada dengan alasan adanya praktik perdagangan yang dinilai tidak adil bagi industri AS.

Trump juga menandatangani tiga proklamasi yang menaikkan bea masuk untuk kendaraan bermotor, minuman beralkohol, dan produk susu asal Kanada. Menurut pejabat pemerintah AS, kebijakan tersebut diambil untuk mengatasi apa yang dianggap sebagai perlakuan diskriminatif terhadap ekspor AS ke Kanada.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA