Pergerakan bursa saham Asia-Pasifik pun beragam pada pembukaan perdagangan Rabu, 9 September 2026, setelah kenaikan harga minyak menekan sentimen investor.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,23 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks Topix melemah 0,35 persen.
Sebaliknya, bursa Korea Selatan bergerak positif. Indeks KOSPI naik 0,36 persen, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 0,47 persen.
Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 25.281. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di 25.317,18, mengindikasikan potensi tekanan saat pasar dibuka.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak sedikit lebih tinggi pada awal perdagangan.
Sentimen investor kembali terganggu setelah konflik AS-Iran meningkat di kawasan Teluk. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan Amerika menyerang lima kapal tanker minyak Iran setelah Garda Revolusi Iran menembakkan rudal balistik ke kapal perang AS dalam dua hari terakhir.
Empat kapal tanker, yakni M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, dan M/T Riesco, diserang di Teluk Oman. Sementara satu kapal lainnya, M/T Derya, menjadi sasaran di dekat Pulau Kharg. CENTCOM mengatakan awak kapal telah diperintahkan untuk meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.
Eskalasi tersebut menjadi perhatian pasar karena konflik di kawasan Teluk dapat mengganggu pasokan energi dan mendorong harga minyak lebih tinggi. Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar saham.
Pergerakan bursa Asia juga mengikuti Wall Street yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak. Investor kini mencermati perkembangan konflik AS-Iran, terutama dampaknya terhadap jalur perdagangan energi dan stabilitas pasar global.
BERITA TERKAIT: