Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi saat Saham Teknologi Tertekan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 03 Juli 2026, 07:02 WIB
Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi saat Saham Teknologi Tertekan
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Bursa saham Eropa ditutup menguat dan mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, waktu setempat. 

Penguatan terjadi di hampir seluruh sektor, terutama saham kesehatan dan sektor-sektor defensif, sehingga mampu menutupi tekanan yang masih membayangi saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Indeks STOXX 600 naik 1,41 poin atau 0,22 persen ke level 648,35, sekaligus menjadi penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan juga terjadi di bursa-bursa utama Eropa. Indeks DAX Jerman melonjak 2,16 persen, FTSE 100 Inggris naik 1,67 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 1,65 persen.

Sentimen positif turut didorong oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat lebih tajam dari perkiraan, sementara data payroll untuk dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah. Kondisi ini mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai mendingin sehingga memunculkan harapan bahwa bank sentral AS (The Fed) tidak akan terburu-buru kembali menaikkan suku bunga.

Dari sisi sektoral, saham-saham kesehatan menjadi pendorong utama kenaikan dengan menguat 3,3 persen. Saham Bayer melonjak 8,9 persen setelah perusahaan mengumumkan restrukturisasi bisnis Roundup di AS melalui pembentukan unit baru bernama Ruveon. Langkah tersebut dilakukan setelah Bayer meraih kemenangan dalam sejumlah perkara hukum yang mengurangi tekanan dari ribuan gugatan terkait produk tersebut.

Penguatan juga terjadi pada sektor barang konsumsi pribadi dan rumah tangga yang naik 2 persen, sektor makanan dan minuman yang menguat 2,2 persen, serta sektor kedirgantaraan dan pertahanan yang melonjak 3,1 persen.

Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang ditutup di zona merah dengan penurunan 2,1 persen. Saham Soitec turun 4,2 persen, sedangkan Aixtron anjlok sekitar 10 persen dan menjadi saham dengan kinerja terburuk di STOXX 600. Pelemahan ini mengikuti aksi jual saham-saham yang terkait dengan teknologi AI di bursa Asia dan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Pada level emiten, saham perusahaan katering asal Prancis, Sodexo, melesat 7,4 persen setelah perseroan menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan organik sepanjang tahun. Kenaikan proyeksi tersebut didorong oleh kinerja kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi pasar.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA