Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tingkat peternak unggas. dan dirancang demi menekan ketimpangan harga yang terlampau tinggi antara produsen dan konsumen. Pasalnya, masyarakat selama ini lebih mengenal bantuan pangan pemerintah hanya dalam wujud beras dan minyak goreng.
"Jadi yang harus kita selesaikan agar harga ayam di tingkat produsen, harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan harga daging ayam di tingkat konsumen. (Namun) saat ini bedanya relatif jauh. Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam," kata Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy di Jakarta, dikutio Sabtu 27 Juni 2026.
Sarwo menjelaskan bahwa program perluasan ini sejatinya diproyeksikan untuk tahun depan. Kendati demikian, waktu eksekusinya bisa saja maju lebih cepat, tergantung pada kebijakan revisi anggaran dari pihak legislatif.
"Tahun 2027 (sudah) kita usulkan. Tahun ini mungkin kalau dari Komisi IV DPR RI menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini," sambung Sarwo.
Skema bantuan serupa sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2023 dan 2024, program seperti ini sempat digulirkan untuk menekan angka stunting. Kala itu, Bapanas menunjuk ID FOOD untuk mendistribusikan 1 kilogram daging ayam serta 10 butir telur ayam selama 3 bulan kepada 1,4 juta keluarga penerima manfaat.
Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, menegaskan bahwa program terdahulu terbukti manjur. Penyerapan pasar lewat bantuan tersebut memberikan sentimen positif yang dampaknya langsung dirasakan oleh peternak.
"Jadi memang pernah yang kita lakukan dulu dengan bantuan pangan stunting. Itu dulu dengan 1,4 juta keluarga penerima atau sekitar 14 ribu ton per bulan, itu sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak," ungkap Maino.
Sebagai catatan, pada tahun 2024 program tersebut berhasil merangkul kemitraan dengan 8.778 peternak rakyat mandiri skala kecil, mikro, dan UMKM. Komposisinya mencakup 6.895 peternak ayam petelur serta 1.883 peternak ayam broiler.
Selain mengandalkan perluasan bantuan pangan, Bapanas juga berikhtiar menyerap produk perunggasan lewat jalur lain. Strategi ini diintegrasikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Badan Gizi Nasional (BGN), serta lewat optimalisasi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar berkala di berbagai wilayah.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: