Penurunan pada penutupan perdagangan bursa Eropa pada Senin , 22 Juni 2026, waktu setempat, menjadi yang terbesar sejak 15 April lalu.
Hermes dijadwalkan merilis laporan keuangan semester pertama sebelum pembukaan pasar pada 29 Juli mendatang.
Analis Kepler Cheuvreux, Charles-Louis Scotti, memperkirakan kinerja Hermes akan menunjukkan hasil yang beragam. Menurutnya, pertumbuhan penjualan diperkirakan membaik secara bertahap, tetapi margin laba operasional diprediksi menyusut sekitar 100 basis poin atau setara 1 poin persentase.
"Kami memperkirakan hasil kinerja yang beragam, dengan pertumbuhan penjualan yang sedikit membaik, tetapi margin laba operasional yang turun 100 basis poin akibat biaya tetap yang belum terserap optimal dan tekanan nilai tukar mata uang asing," kata Scotti.
Ia juga memangkas proyeksi laba bersih dan laba per saham Hermes pada semester pertama menjadi 4 persen di bawah konsensus pasar. Penyesuaian tersebut dipengaruhi oleh tambahan beban pajak di Prancis yang lebih banyak dibebankan pada paruh pertama tahun ini.
Meski demikian, kondisi keuangan Hermes dinilai masih solid. Scotti mengatakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas bebas (free cash flow) akan tetap sangat kuat. "Arus kas bebas Hermes diperkirakan akan tetap berada pada level yang sangat kuat," ujarnya.
Sentimen negatif terhadap Hermes turut menyeret saham-saham barang mewah Eropa lainnya. Indeks saham barang mewah Eropa milik Goldman Sachs turun 2,9 persen, menjadi penurunan terbesar sejak 11 Mei.
Sejumlah saham perusahaan barang mewah lain juga ikut melemah, di antaranya LVMH turun 2,4 persen, Richemont turun 1,6 persen, Pandora turun 3,2 persen, Moncler turun 3,8 persen, Burberry melemah 3,3 persen, dan Brunello Cucinelli turun 3,4 persen.
BERITA TERKAIT: