Posisi Rp179 tersebut sama dengan harga penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pada Kamis, 6 Agustus 2026, BUMI dibuka di Rp181, sempat mencapai Rp183 dan menyentuh level terendah Rp176 sebelum ditutup di Rp179.
Aktivitas perdagangan BUMI pada Jumat juga cukup besar. Hingga pukul 14.28 WIB, sebanyak 3,25 miliar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp601,90 miliar melalui 51.046 kali transaksi.
Angka tersebut masih di bawah aktivitas perdagangan sehari sebelumnya. Pada 6 Agustus 2026, volume transaksi BUMI mencapai 4,30 miliar saham dengan nilai Rp771,14 miliar dan frekuensi 72.176 kali.
BUMI merupakan perusahaan pertambangan yang memiliki bisnis utama batu bara, antara lain melalui PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia. Perseroan juga memiliki bisnis mineral melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk.
Dari sisi sejarah pasar modal, BUMI pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada 30 Juli 1990. Saat penawaran umum perdana, perseroan menawarkan 10 juta saham kepada publik dengan harga Rp4.500 per saham.
Setelah lebih dari tiga dekade tercatat di pasar modal, pergerakan saham BUMI pada perdagangan Jumat masih menunjukkan tingginya aktivitas transaksi. Hingga pukul 14.28 WIB, volume perdagangan telah mencapai 3,25 miliar saham, sementara harga bertahan di level Rp179.
BERITA TERKAIT: