Menurut Darmadi, capaian moncer ini menjadi bukti Bank Mandiri memiliki fundamental sehat di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik.
"Pertumbuhan laba sebesar 25 persen merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan Bank Mandiri memiliki fundamental yang kuat serta mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan," ujar Darmadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Legislator dari Fraksi PDIP ini menilai, melesatnya profitabilitas Bank Mandiri selaras dengan fungsi intermediasi yang berjalan optimal. Hingga paruh pertama 2026, Bank Mandiri berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.590 triliun atau tumbuh hampir 20 persen secara tahunan (
year-on-year), jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
"Saya melihat pertumbuhan kredit yang berada di atas rata-rata industri merupakan indikator positif. Artinya, Bank Mandiri tetap agresif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif untuk mendukung dunia usaha, investasi, dan penciptaan lapangan kerja," tegasnya.
Darmadi juga menyoroti kemampuan manajemen Bank Mandiri dalam menjaga efisiensi operasional di tengah tekanan
Net Interest Margin (NIM) serta dinamika biaya dana (
cost of fund).
Sebagai salah satu BUMN perbankan terbesar, ia berharap Bank Mandiri terus memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM, hilirisasi industri, hingga proyek strategis nasional.
"BUMN perbankan tidak hanya dituntut menghasilkan laba, tetapi juga harus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Saya berharap kinerja positif ini terus dipertahankan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Darmadi.
BERITA TERKAIT: