Keputusan tersebut disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Holding Industri Maritim Defend ID, di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Dalam keputusan tersebut, ditetapkan pengangkatan kembali Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng sebagai Direktur Utama. Sementara pada jajaran Dewan Komisaris, Achmad Taufiqoerrochman ditetapkan sebagai Wakil Komisaris Utama, serta M. Firdausi Manti dan Hendradi Gunarso sebagai Komisaris
“Masa jabatan anggota-anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang diangkat sebagaimana yang dimaksud, paling lama sampai dengan penutupan RUPS Tahunan kelima sejak ditetapkannya keputusan ini,” ujar Direktur Utama PT LEN Industri, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D. saat membacakan surat keputusan.
Dengan adanya pengukuhan pemberhentian, perubahan nomenklatur, pengalihan tugas, serta pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris, maka susunan terbaru pengurus PT PAL Indonesia adalah sebagai berikut:
Direksi PT PAL Indonesia
Direktur Utama: Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang
Direktur Keuangan dan SDM: Pramusti Indrascaryo
Direktur Pemasaran: Wiyono Komodjojo
Direktur Produksi: Diana Rosa
Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko: Briljan Gazalba
Dewan Komisaris PT PAL Indonesia
Komisaris Utama: Muhammad Ali
Wakil Komisaris Utama: Achmad Taufiqoerrochman
Komisaris: M. Firdausi
Komisaris: Hendradi Gunarso
Komisaris Independen: Tri Harsono
Sekretaris Perusahaan PT PAL Indonesia, Rayssa Audryn Firdauzy, mengatakan perubahan susunan pengurus ini diharapkan semakin memperkuat langkah PT PAL Indonesia dalam menjalankan transformasi perusahaan yang saat ini telah memasuki fase tahap akhir atau end stage transformation.
“Keberlanjutan kepemimpinan diharapkan dapat menjadi penggerak untuk mempercepat pencapaian tujuan transformasi perusahaan, sekaligus memperkuat posisi PT PAL sebagai industri maritim dan pertahanan nasional yang modern, tangguh, dan berdaya saing global," kata Rayssa.
Pada RUPST Tahun Buku 2025, PT PAL Indonesia juga mencatatkan kinerja positif. Hal ini dibuktikan dengan laporan pendapatan usaha dan laba bersih konsolidasian yang mengalami peningkatan.
“Pencapaian ini hasil dari upaya efisiensi berkelanjutan melalui digitalisasi proses operasional,” pungkas Rayssa.
BERITA TERKAIT: